TEORI MASTERY LEARNING BENJAMIN BLOOM DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR
Keywords:
Mastery Learning, Pembelajaran IPS, Sekolah DasarAbstract
Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial peserta didik. Namun, perbedaan kemampuan belajar siswa sering menyebabkan ketuntasan belajar belum tercapai secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis teori Mastery Learning yang dikemukakan oleh Benjamin Bloom serta mengkaji relevansinya terhadap pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, khususnya dalam penggunaan modul pembelajaran IPS di kelas rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review. Data diperoleh melalui kajian berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, prosiding, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Mastery Learning menekankan pencapaian ketuntasan belajar melalui pemberian waktu belajar yang memadai, umpan balik yang berkelanjutan, serta kegiatan remedial dan pengayaan sesuai kebutuhan peserta didik. Penerapan teori ini dalam pembelajaran IPS dinilai relevan karena dapat mengakomodasi perbedaan kemampuan belajar siswa, membantu pemahaman konsep secara bertahap, serta mendukung penggunaan modul pembelajaran yang lebih terstruktur dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, teori Mastery Learning dapat menjadi salah satu landasan dalam mengembangkan pembelajaran IPS yang efektif di kelas rendah Sekolah Dasar





